Obligasi Negara, Keuntungan Memilih Investasi Satu ini

Obligasi Negara, Keuntungan Memilih Investasi Satu ini

Ipop My Baby Obligasi negara menjadi salah satu istilah yang seringkali muncul dalam dunia investasi. Para investor khususnya tentu sudah memahami apa itu yang dinamakan dengan obligasi atau yang biasa disebut pula dengan government bond. Secara definitif, itu suatu yang diterbitkan oleh negara atau pemerintah suatu negara tertentu dalam denominasi mata uang negara itu.

Selain itu, obligasi dalam denominasi valuta asing biasanya dikenal dengan nama obligasi internasional atau sovereign bond. Biasanya, seringkali disebut pula sebagai obligasi bebas risiko dikarenakan pemerintah dalam suatu tertentu bisa menaikkan pajak maupun mencetak uang dengan tujuan melunasi pembayaran obligasinya sewaktu sudah jatuh tempo. 

Dalam hal demikian, yang dimaksud dengan istilah bebas risiko tersebut yakni artinya terjamin aman dari yang namanya risiko kredit. Akan tetapi, risiko lain masih tetap ada seperti contohnya yakni risiko nilai tukar buat investor asing yang mana nilai Dollar Amerika Serikat ini melemah pada beberapa mata uang sejumlah negara lain. Pun demikian halnya terhadap risiko inflasi yang mana ketika jatuh tempo pelunasan obligasi itu nilai yang didapat investor akan mengalami pelemahan dari segi daya beli. Hal itu karena diakibatkan oleh inflasi yang lebih besar dibanding imbal hasil yang didapatkan. 

Sejumlah Keuntungan Memilih Berinvestasi Melalui Obligasi Negara

Meskipun obligasi negara dapat juga mengandung risiko yang tinggi, terlebih jika diterbitkan oleh negara yang punya kemampuan kebijakan finansial kurang bagus, tapi setidaknya bisa memberikan sejumlah keuntungan tersendiri buat para investor. Apalagi, obligasi adalah sebagai sebuah instrumen investasi di mana menawarkan sejumlah benefit terlepas dari semua risiko yang ada. 

Bahkan, beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh obligasi terbilang sangat menarik sehingga banyak yang tertarik untuk mencobanya. Di bawah ini terdapat sejumlah keuntungan yang menawan memilih berinvestasi lewat obligasi diantaranya seperti:

Pendapatan tetap dari kupon bunga

Keuntungan pertama dari obligasi negara yaitu keuntungan yang berupa pendapatan tetap dari kupon bunga yang diberikan secara periodic atau dalam periode tertentu yang telah ditetapkan oleh penerbit. Bunga obligasi umumnya lebih tinggi dibanding bunga deposito maupun BI rate. Bukan hanya itu, jatuh tempo obligasi bakal menentukan besaran dari bunga yang diberi kepada para investor. 

Capital gain Obligasi Negara

Selain itu, obligasi negara juga memberikan penawaran keuntungan lain yakni pada selisih penjualan obligasi atau capital gain. Keuntungan tersebut didapat investor yakni pada saat melakukan penjualan obligasi di pasar sekunder ketimbang harga pokok maupun harga pembelian sewaktu obligasi tersebut terbit. 

Jual beli obligasi sendiri dinyatakan atau diindikasikan ke dalam bentuk persentase pada harga pokok obligasi. Contohnya, harga pokok obligasi ialah sebesar 1 juta kemudian pasar sekunder diperjualbelikan pada harga 110%. Itu berarti, obligasi demikian ditransaksikan pada harga sebesar Rp1,1 juta.

Beberapa Risiko Utama Obligasi Negara

Sebagai salah satu instrumen investasi, tentu saja obligasi negara menawarkan berbagai keuntungan yang sangat menarik seperti mana yang sudah disampaikan di atas. Akan tetapi, yang namanya instrumen investasi tetap tidak terlepas dari yang namanya risiko, bahkan untuk obligasi pemerintah sendiri.

Namun demikian, segala risiko bisa diminimalisir bilamana anda sudah benar-benar paham dengan konsep obligasi dengan  menerapkan beberapa hal penting yang ada di dalamnya. Adapun beberapa risiko utama obligasi negara yang mesti dipahami oleh para investor sebelum hendak menetapkan  pilihan investasi masing-masing pada obligasi diantaranya yaitu:

Risiko Likuiditas

Salah satu risiko yang paling utama dari obligasi negara yaitu risiko likuiditas. Risiko yang satu ini dapat terjadi apabila obligasi itu sulit untuk dijualbelikan di pasar sekunder. Kemudian, obligasi dapat menjadi likuid bilamana permintaannya di pasar sangat tinggi. Biasanya, hal demikian sangat dipengaruhi karakteristik penerbit, masa jatuh tempo obligasi bersangkutan, serta kupon bunga. 

Risiko likuiditas sendiri melekat terhadap seluruh obligasi. Akan tetapi, obligasi negara cenderung lebih likuid dikarenakan adanya pihak yang melakukan tindakan sebagai seorang market maker yang mana mempunyai peran sebagai pembeli yang senantiasa siaga. 

Risiko maturitas

Selain risiko likuiditas, obligasi negara juga memiliki risiko lain berupa risiko maturitas. Adapun risiko maturitas ini berkaitan dengan masa jatuhnya tempo obligasi. Kian lama masa jatuh temponya, tentu saja tingkat risikonya pun juga akan semakin tinggi. Namun sebagai jaminan kompensasi, pihak penerbit yang menjual obligasi yang masa jatuh temponya panjang bakal  memberi yang namanya kupon bunga jauh lebih tinggi. 

Risiko suku bunga

Berikutnya ada yang disebut risiko suku bunga di mana juga menjadi salah satu risiko paling utama dari obligasi negara. Harga obligasi berbanding terbalik dengan yang namanya suku bunga. Bilamana suku bunga adalah acuan, dalam hal tersebut BI Rate menurun maka harga obligasi cenderung akan naik. Tapi sebaliknya, pada aat suku bunga sedang naik maka harga obligasi pun cenderung bakal menurun 

Oleh sebab itu, para investor yang melakukan aktivitas investasi pada obligasi mesti jeli dan juga teliti di dalam memproyesikan sebuah tren pergerakan suku bunga. Dengan demikian, obligasi yang dibeli bisa jadi suatu investasi yang lebih optimal sekaligus maksimal. 

Risiko default/gagal bayar

Ini dia salah satu risiko terbesar dalam berinvestasi lewat obligasi negara yaitu adanya risiko defalt atau gagal bayar. Artinya, risiko yang satu ini melekat kuat terhadap obligasi korporasi. Sedangkan, negara kecil kemungkinan akan terjadi gagal bayar sepanjang pemerintah negara Indonesia tetp berdiri. Maka itulah, para investor mesti selektif serta benar-benar memahami karakteristik maupun kapabilitas finansial setiap para penerbit obligasi. 

Karena, semakin tingginya penawaran nilai kupon bunga, tentunya akan jadi semakin besar juga risiko yang para investor harus tanggung. Namun, hal tersebut tidak menjadi suatu risiko yang besar jika mengingat adanya beberapa keuntungan buat investor. 

Alasan Membeli Obligasi Negara

Bukan tanpa alasan kenapa obligasi negara harus anda beli selain karena adanya beberapa kelebihan menarik. Bahkan, ada sejumlah alasan kenapa anda mesti melakukan pembelian obligasi negara karena:

Investasi lebih aman

Umumnya, obligasi negara dinilai sebagai investasi yang sangat aman. Hal demikian dikarenakan adanya jaminan yang diberikan oleh pemerintah dalam suatu negara tersebut sehingga anda tidak  perlu khawatir ketika memilih membeli obligasi negara.

Pendapatan cenderung tetap

Alasan kenapa anda layak membeli obligasi negara karena bukan hanya menjamin investasi yang lebih aman, tetapi juga pendapatan yang cenderung tetap. Anda akan memperoleh bunga yang secara berkala, memberi aliran dana yang lebih stabil.

Kontribusi bagi negara

Adapun alasan lain yang mengharuskan anda untuk membeli obligasi negara karena anda secara tak langsung mampu memberikan kontribusi bagi negara dan juga untuk pembangunan.